Monday, April 23, 2018

Gubernur Suryo



Berikut isi pidato sakral dari Gubernur Suryo: Gubernur Jawa Timur, yang intinya:
1.    Gubernur Suryo mendapat mandat dari pucuk pimpinan di Jakarta untuk mengambil kebijakan sendiri di Surabaya.
2.    Menyatakan sikap yang jelas: Lebih baik hancur daripada dijajah kembali, meskipun diancam oleh Inggris.
3.    Memelihara persatuan dan memohon dengan berdoa kepada Tuhan yang mahakuasa.

Saudara-saudara sekalian,

Pucuk pimpinan kita di Jakarta telah mengusahakan akan membereskan peristiwa di Surabaya pada hari ini. Tetapi sayang sekali sia-sia belaka, sehingga kesemuanya diserahkan kepada kebijaksanaan kita di Surabaya sendiri. Semua usaha kita untuk berunding senantiasa gagal. Untuk mempertahankan kedaulatan negara kita, maka kita harus menegakkan dan meneguhkan tekad kita yang satu, yaitu berani menghadapi segala kemungkinan.

Berulang-ulang telah kita kemukakan bahwa sikap kita ialah: Lebih baik hancur daripada dijajah kembali. Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum pihak Inggris, kita akan memegang teguh sikap itu. Kita tetap menolak ultimatum itu.

Dalam menghadapi kemungkinan besok pagi, mari kita semua memelihara persatuan yang bulat antara Pemerintah, Rakyat, TKR, Polisi dan semua Badan-badan perjuangan pemuda dan rakyat kita. Mari kita sekarang memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa, semoga kita sekalian mendapat kekuatan lahir batin serta Rahmat dan Taufik dalam perjuangan.

Selamat berjuang!

No comments:

Post a Comment