Berikut isi pidato sakral dari
Gubernur Suryo: Gubernur Jawa Timur, yang intinya:
1. Gubernur
Suryo mendapat mandat dari pucuk pimpinan di Jakarta untuk mengambil kebijakan
sendiri di Surabaya.
2. Menyatakan
sikap yang jelas: Lebih baik hancur daripada dijajah kembali, meskipun diancam
oleh Inggris.
3. Memelihara
persatuan dan memohon dengan berdoa kepada Tuhan yang mahakuasa.
Saudara-saudara sekalian,
Pucuk pimpinan kita di Jakarta telah
mengusahakan akan membereskan peristiwa di Surabaya pada hari ini. Tetapi sayang
sekali sia-sia belaka, sehingga kesemuanya diserahkan kepada kebijaksanaan kita
di Surabaya sendiri. Semua usaha kita untuk berunding senantiasa gagal. Untuk
mempertahankan kedaulatan negara kita, maka kita harus menegakkan dan
meneguhkan tekad kita yang satu, yaitu berani menghadapi segala kemungkinan.
Berulang-ulang telah kita kemukakan
bahwa sikap kita ialah: Lebih baik
hancur daripada dijajah kembali. Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum
pihak Inggris, kita akan memegang teguh sikap itu. Kita tetap menolak ultimatum
itu.
Dalam
menghadapi kemungkinan besok pagi, mari kita semua memelihara persatuan yang
bulat antara Pemerintah, Rakyat, TKR, Polisi dan semua Badan-badan perjuangan
pemuda dan rakyat kita. Mari kita sekarang memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa,
semoga kita sekalian mendapat kekuatan lahir batin serta Rahmat dan Taufik
dalam perjuangan.
Selamat
berjuang!
No comments:
Post a Comment